Waspadai Virus Covid-19 dan Virus Radikalisme

Praba   30 June 2020

 

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme BNPT) bersama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) wilayah Tengah dan Timur Indonesia melaksanakan dialog dalam jaringan (daring/online). Sedikitnya 13 pengurus FKPT mengikuti dialog yang menggunakan aplikasi Sisco Webex Meeting, pada Selasa (30/6).

Dialog nasional ini diikuti oleh  perwakilan  FKPT dengan tema “Melawan Dua Virus Mematikan, Covid-19 dan Radikalisme”. Narasumber  dari BNPT yaitu  Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Radikalisme Mayjen TNI Hendri Lubis, Direktur Pencegahan Mayjen Pol Ir Hamli, ME dan Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat DR Andi Intang Dulung, M.H.I.

Sedangkan pembicara dari daerah yaitu Ketua FKPT Nusa Tenggara Barat Drs Lalu Syafi’I, MM, Ketua FKPT Sulawesi Tengah Dr Ir Muhd. Nur Sangaji , DEA.

Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Radikalisme Mayjen TNI Hendri Lubis mengatakan di masa pandemi Covid-19, masih banyak kelompok-kelompok terorisme dan radikalisme yang memanfaatkan wabah ini sebagai cara untuk melawan pemerintah.

“Narasi negatif yang mereka bangun adalah untuk melawan pemerintah. Mereka meningkatkan sentimen kepada pemerintah dengan mengatakan pemerintah gagal dalam mengatasi Covid-19. Wabah (penyakit) juga mereka gunakan untuk promosi khilafah yang mengatakan wabah adalah sebuah azab,” tegasnya dihadapan seratusan peserta dialog.

Hendri Lubis juga mengingatkan bahwa kelompok-kelompok radikalisme memanfaatkan media sosial sebagai media propaganda narasi negatif karena saat warga berdiam di rumah, aktivitas media sosial meningkat tajam.

Sementara itu, itu Direktur Pencegahan Mayjen Pol Ir Hamli, ME mengatakan dua virus ini yaitu Covid-19 dan radikalisme sama-sama mudah ditunggangi oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan menginginkan perpecahan.

“Paparan Covid-19 memang tinggi di Indonesia. Tetapi kita juga bahagia karena tingkat kesembuhan juga tinggi,” ujarnya.

Untuk itu, Hamli mengajak semua peserta dan masyarakat Indonesia untuk tidak mudah panik dan mempercayai kabar yang tidak benar.

Menurutnya, visi besar kelompok terorisme dan radikalisme adalah mendirikan negara selain Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sehingga, berbagai persoalan seperti pandemic Covid-19 dan wacana Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila, dapat saja menjadi pemicu perpecahan antar anak bangsa.

“Menghadapi Covd-19, mari kita menyosialisasikan kepada masyarakat pentingnya jaga jarak (social distancing). Jangan sampai relaksasi dan pelonggaran kebijakan di rumah terlupakan sehingga masyarakat mudah berkerumun di tempat umum,” harapnya.(YUL)