Waspada COVID-19, DPMD Penajam Tunda Pelatihan Jurnalistik

Praba   26 March 2020

Penajam, (24/3) -Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), menunda Pelatihan Jurnalistik Pembangunan Desa bagi pendamping dan desa/kelurahan, sebagai upaya kehati-hatian agar tidak terjadi penularan Corona Virus Desease 19 (COVID-19).

Menurut Kasi Pendataan dan Pengembangan Informasi Pembangunan Desa/Kelurahan DPMD Kabupaten PPU Ika Sutiyarsih, pelatihan Jurnalistik Pembangunan Desa ini dilakukan sebagai langkah mempersiapkan aparatur dan masyarakat desa dalam mengisi laman desa.

Namun berdasarkan hasil koordinasi dengan sejumlah pihak sebagai langkah anstisipasi penyebaran virus corona, maka pelatihan yang sedianya dilakukan pada minggu ini, ditunda hingga bulan depan.

Meski di PPU belum ada yang positif corona, namun langkah pencegahan tetap dilakulan. Saat ini di PPU ada dua pasien dalam pengawasan (PDP), itu pun keduanya sudah membaik dan dipulangkan dari RSUD Ratu Aji Putri Botung.

Berdasarkan keterangan Kepala Dinas Kesehatan PPU Arnold Wayong, meski dua pasien tersebut dinyatakan kondisinya membaik dan sudah dipulangkan, namun yang bersangkutan tetap dalam pengawasan Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19 PPU.

Sampai dengan Senin (23/3), Tim Gugus Tugas COVID-19 PPU mencatat ada warga yang berstatus ODP (orang dalam pemantauan) sebanyak 23 ditambah 2 PDP yang telah dipulangkan dari RSUD, sehingga tidak ada lagi yang berstatus PDP karena sudah membaik dan diturunkan menjadi ODP.

Menurut Ika Sutiyarsih, sambil menunggu perkembangan, ia tetap meminta semua piak tidak panik dalam menyikapi hal ini, karena kepanikan justru akan menimbulkan stres, semdangkan stres justru akan memicu penyakit lain. Ia juga menyarankan semua pihak untuk tetap berperilaku bersih dan sehat.

Terkait dengan pelatihan Jurnalistik Pembangunan Desa, ia mengatakan bahwa peserta yang akan mengikuti pelatihan ini berasal dari 15 desa plus 1 kelurahan yang tersebar pada dua kecamatan, yakni Kecamatan Babulu dan Kecamatan Waru. Setelah ini, baru akan digelar di kecamatan lain.

Jumlah peserta diperkirakan lebih dari 30 orang, yakni satu desa/kelurahan diundang satu perwakilan, kemudian satu orang Pendamping Desa Program Pembangunan Pemberdayaan Kelurahan dan Perdesaan Mandiri (Pro-P2KPM) per masing-masing desa/kelurahan, empat orang Pendamping Kecamatan Pro-P2KPM, dan satu perwakilan dari kecamatan.

Pelatihan Jurnalistik Pembangunan Desa digelar karena sudah ada beberapa desa di PPU yang telah memiliki laman, namun isi laman tidak dilakukan pembaruan informasi maupun pemutakhiran data dengan alasan kesulitan dalam merangkai kata.

Ia menyadari bahwa pelatihan yang hanya digelar satu sampai dua hari itu tidak akan sanggup meningkatkan keterampilan menulis bagi peserta, karena menulis selain memerlukan pengetahuan khusus juga perlu dorongan motorik yang terlatih.

Untuk itu, pasacapelatihan akan dilanjutkan dengan pembinaan bertahap oleh Tenaga Teknis Pro-P2KPM yang membidangi Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE).

Tenaga Teknis ini akan langsung datang ke desa-desa secara bergilir, yakni melihat hasil tulisan peserta, mengedit, sekaligus pendampingan teknik menulis, sehingga mereka akan memiliki motivasi dalam membuat tulisan yang menarik untuk dibaca.

“Selain untuk mengisi laman desa, pelatihan jurnalistik juga diarahkan agar peserta lebih cerdas dalam bermedia sosial. Kegiatannya juga akan dirangkai dengan pelatihan mengisi aplikasi Profil Desa dan Kelurahan (Prodeskel) secara daring,” ucap Ika.

Menurutnya, sistem informasi Prodeskel diberlakukan agar dapat terlihat gambaran menyeluruh, sekaligus dapat menampilkan potensi di masing-masing desa dan kelurahan, guna meningkatkan sektor pembangunan dan kesejahteraan masyarakat setempat.

“Pelatihan mengisi aplikasi Prodeskel mengacu pada Permendagri Nomor 12/2017 tentang Pedoman Penyusunan dan Pendayagunaan Data Profil Desa dan Kelurahan, sehingga pedoman penyusunan dan pendayagunaan data profil desa dan kelurahan menjadi payung hukum bagi daerah dan desa/kelurahan dalam penyusunan data Prodeskel,” kata Ika lagi. (MG)