Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 Mulai Membaik

Praba   16 September 2020

 

Samarinda – Tingkat kesembuhan di Provinsi Kalimantan Timur mulai membaik seiring dengan diterapkannya sejumlah pengaturan sosial warga dan jam malam di beberapa kabupaten dan kota.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kaltim, Andi Muhammad Ishak menjelaskan hingga Selasa, 15 September 2020, jumlah pasien sembuh Covid-19 di Kaltim berjumlah 3.865.

“Dengan sembuhnya 85 orang pada Selasa (15/9/2020) maka tingkat kesembuhan di Kaltim menjadi 63,2 persen dari kasus-kasus terkonfirmasi. Kita berupaya dan berharap kasus-kasus sembuh ini semakin meningkat, semakin banyak dan masyarakat kita semakin terjaga kesehatannya,” ujarnya.

Ditegaskannya seberapa banyaknya tenaga kesehatan dan sarana pelayanan kesehatan yang disediakan, tidak akan mampu menampung, apabila tidak diikuti dengan upaya pencegahan.

Saat ini, ujarnya, laju penularan begitu tinggi dibandingkan dengan fasilitas kesehatan yang disediakan. Sehingga, apabila tidak diikuti dengan pencegahan yang maksimal, maka sebanyak apapun fasilitas yang disedikakan oleh pemerintah maupun swasta, tidak akan mencukupi.

Hingga Selasa, jumlah terkonfirmasi Covid-19 di Kaltim berjumlah 6.100 orang, yang sedang dirawat sebanyak 1.999 orang pasien, dan meninggal dunia sebanyak 245 orang pasien.

Sementara itu Pemerintah Kota Samarinda terus menegakkan disiplin pemakaian masker dan melakukan pembatasan jam malam untuk usaha-usaha yang berpotensi menimbukan kerumunan.

Dari panutan di Pasar Segiri Samarinda pada Selasa, masih banyak terdapat pedagang dan pembeli di Pasar Sentral Segiri Samarinda, yang tidak menggunakan masker dan tidak menerapkan jaga jarak (social distancing).

Bahkan, dari sepuluh orang, rata-rata hanya empat hingga  orang saja yang sadar dan disiplin memakai masker. Para penjual beralasan, memakai masker tidak perlu mereka lakukan saat mereka berada di lapak sendiri.

“Kan dilapak sendiri, biar pembelinya saja yang pakai masker. Kalau yang beli tidak pakai masker, baru kita jaga jarak,” ucap Teja yang berjualan sayur-mayur yang didatangkan dari luar daerah Kaltim.(YUL)