Tim Penegakan Perwali Terus Gelar Razia Protokol Kesehatan

Praba   17 September 2020

 

Samarinda – Tim penegakan Peraturan Wali Kota Samarinda Nomor 43 Tahun 2020 hingga 16 September telah mendata sebanyak 519 orang yang terjaring tidak menggunakan masker dengan baik dan benar ketika berada di luar rumah, sehingga berpotensi menularkan virus korona kepada orang lain.

Razia kedisiplinan memakai masker ini dilakukan oleh  oleh tim gabungan terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) Kota Samarinda, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas Perhubungan, Polresta dan Kodim 0901 Samarinda. 

Kepala Seksi Operasional Satpol PP Samarinda,  Boy Leonardo Sianipar yang memimpin di lapangan mengatakan,  tim terus berpatroli dalam penertiban ini secara rutin setiap hari siang dan malam secara berpindah-pindah di 10 kecamatan di Samarinda.

“Sasaran razianya orang yang sedang beraktifitas di luar rumah tanpa menggunakan masker. Rata-rata setiap dilakukan penertiban terjaring 50 orang setiap harinya. Sampai saat ini masih dilakukan sanksi peringatan tertulis dan diperingatkan untuk selalu menggunakan masker. Apabila warga yang terjaring untuk kedua kalinya akan diberikan sanksi kerja sosial,” terang Boy Kamis (17/9/2020).

 Ia berharap masyarakat sadar bahwa alat yang paling ampuh untuk menangkal penyebaran Covid-19 adalah dengan menggunakan masker secara benar, saat harus terpaksa ke luar rumah dan bertemu banyak orang.

“Karena dengan kita patuh mengikuti protokol kesehatan yang diantaranya menggunakan masker, rajin mencuci tangan dengan sabun di air mengalir dan menghindari kerumunan kita dapat mengurangi resiko terpapar dari virus Korona sehingga dapat memutus mata rantai penularan,” ujarnya.

 Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Samarinda, Ismed Kusasih menjelaskan jika di RS Karantina Bapelkes kini merawat 40 pasien Covid-19  dengan gejala sedang. Ia mengakui jika kapasitas RS Karantina Bapelkes yang minim, sehingga tidak memungkinkan untuk merawat semua pasien dengan gejala ringan.

“Untuk merawat pasien Covid-19 di Bapelkes membutuhkan penanganan dokter sebanyak  tiga hingga empat orang. Oleh itu, kami arahkan mereka yang menderita gejala ringan tadi untuk melakukan isolasi mandiri saja di rumah,” sarannya.(YUL)