Sudah 66 Orang Meninggal Dunia Dimakamkan secara Protokol Covid-19

Praba   09 September 2020

 

 

Samarinda – Penularan virus korona di Kota Samarinda belum menunjukkan tren melandai. Hingga Selasa, (8/9/2020) orang yang terkonfirmasi Positif Covid-19 sudah mencapai 5.273 orang.

Dari angka ini terdapat 50 orang yang dunia. Sedangkan yang dimakamkan secara protokol Covid-19 sebanyak 66 orang. Seluruh jenazah dimakamkan di Taman Pemakaman Khusus Covid-19, Raudhatul Jannah Jalan Serayu Tanah Merah.

Lokasi ini memang telah disiapkan Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang mengantisipasi semakin melonjaknya warga yang meninggal maupun antisipasi jika adanya penolakan dari warga, akibat virus yang belum ada obatnya ini.

Data Dinas Permukiman Kota Samarinda menyebutkan dari 66 jenazah terdiri 44 laki-laki dan 22 perempuan. Sebanyak empat  jenazah dari luar Samarinda dan satu jenazah merupakan warga negara Malaysia.

 

“Hari ini bertambah tiga lagi yang dimakamkan secara protokol kesehatan Covid-19, sehingga total yang meninggal akibat Covid-19 di Samarinda telah berjumlah 50 orang,” ujar Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang, pada Selasa (8/9/2020).

 

Menurut Jaang, data naiknya jumlah orang yang terkonfirmasi Positif menunjukkan kasus Covid-19 di Kota Samarinda terus mengalami peningkatan seiring telah terjadinya transmisi lokal dan kasusnya pun telah menembus angka 1.000.

Mengantisipasi peningkatan tersebut, Pemkot Samarinda mengeluarkan edaran tentang Waspada Peningkatan Kasus Covid-19 dan Pembatasan Kegiatan di Malam Hari.

 

Ketentuan ini dituangkan dalam Perwali nomor 43 tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakkan Hukum Protokol Kesehatan. Tim satgasnya sudah diberlakukan, dan tim terpadu sudah turun melakukan penertiban dan penegakkan hukumnya.

 

“Melanggar langsung ditindak, kita tegas bukan berarti kejam tetapi justru sayang kepada warga Samarinda,” tegas Jaang seraya menambahkan bukan hanya Satpol PP tapi didukung TNI dan Polri.

 

Menurut Jaang penegakkan Perwali ini bukan tidak peduli warga melainkan ini bentuk kepedulian warga mengingat korban terus berjatuhan karena Covid-19.

 

Wali kota juga mengapresiasi tim pemakaman jenazah protokol kesehatan Covid-19 baik dari BPBD maupun dari Dinas Perkim. Pandemi yang belum berakhir, menyebabkan petugas pemakaman jenazah, harus berpisah dari keluarga, karena mengantisipasi penularan terhadap anggota keluarga yang lainnya.

 

“Tidak mengenal waktu, kapanpun harus melakukan pemakaman, baik malam hari maupun dini hari karena sesuai protokol kesehatan. Semoga mereka selalu diberikan kesehatan dan dilindungi Allah beserta keluarganya,” ujar Jaang.(YUL/Foto: Istimewa)