Sistem Digitalisasi Diharapkan dapat Membantu UMKM Selama Pandemi Covid-19

Praba   14 September 2020

 

Samarinda --  Di tengah serangan wabah Covid-19 yang mengharuskan setiap orang untuk saling menjaga jarak dan menghindari kerumunan, Dinas Perindustrian Kota Samarinda tetap melaksanakan Pelatihan Digitalisasi bagi UMKM.

Pelatihan yang diikuti 25 peserta dari pelaku usaha kriya dan fashion  di Samarinda ini dilaksanakan dengan dua sesi yaitu secara webinar dan praktek langsung.

Kepala Dinas Perindustrian kota Samarinda, Muhammad Faisal mengatakan pelatihan ini bertujuan untuk mendorong semangat dan memberikan dukungan terhadap Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas-BBI).

Pelatihan yang dimulai sejak 12 hingga 15 September 2020, ini diharapkan 100 orang yang turut serta dapat menjual produknya secara digital, selama pandemi Covid-19 terjadi.

Kegiatan ini turut didukung oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kaltim bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) Kota Samarinda.

“Gernas-BBI sudah diluncurkan Presiden Jokowi serta telah dicanangkan oleh Wali Kota Samarinda pada tanggal 13 Juli 2020. Pertama kali juga kami hari ini melaksanakan dengan menggunakan pola kombinasi antara webinar online dan offline tatap muka di ruangan,” kata Faisal, Sabtu (12/8/2020).

Dikatakan Faisal, karena webinar online maka bukan hanya 25 orang peserta ini saja yang bisa belajar tapi seluruh UMKM di Indonesia pun bisa mengikutinya. Bahkan, narasumber juga dari luar Samarinda, seperti Darwis Triadi dari Jakarta turut dalam zoom meeting bersama narasumber lainnya.

Begitupun dengan peserta offline (luring/luar jaringan) tetap nyaman mengikuti dengan melihat langsung dilayar  sudah disiapkan di atas panggung. Kemudian setengah hari berikutnya dilakukan pelatihan dan praktek langsung terhadap materi yang diperoleh sebelumnya.

Adapun narasumbernya adalah Denny Santoso seorang entrepreneur digital Indonesia, Darwis Triadi seorang maestro fotografi Indonesia yang berbicara tentang foto produk menggunakan smartphone, Zuhedi Nur, GM Fintech Telkom Indonesia tentang onboarding QRIS UMKM dan Made Yoga Sudharma Kepala OJK Kaltim mengenai akses pembiayaan UMKM.

“Kita berharap dari pelatihan ini dapat membuat produksi fashion dan griya dari Samarinda dapat menggunakan digitalisasi dalam mempromosikan usaha dan karya mereka,” harap Faisal.

Sementara itu, dari Bank Indonesia Kaltim, Yudistira juga memberikan sambutan yang berisi tentang Quick Response Code Indonesian Standard  (QRIS) sebagai sebuah solusi pembayaran yang umum dilakukan dalam dunia digitalisasi saat ini.(YUL)