Sekkot Bontang: Nominal Insentif Nakes Tetap

Praba   24 June 2020




BONTANG - Pemkot memastikan tidak ada peningkatan besaran insentif tenaga kesehatan (nakes). Hal ini dipastikan oleh Sekretaris Kota (Sekkot) Bontang Aji Erlynawati.

Ia mengatakan penyaluran insentif di tahap kedua nanti besarannya tetap. “Tidak ada (peningkatan). Iya nominalnya tetap,” kata Aji.

Ia pun tidak bisa merincikan besaran kucuran anggaran terkait penyaluran insentif itu. Termasuk dengan jumlah penerima yang telah terdata. “Kalau detailnya ada di RSUD,” ucapnya.

Adapun Tim Covid-19 sudah ditetapkan jumlahnya oleh jajaran manajemen RSUD. Hingga kini belum ada usulan untuk penambahan besaran kepada Pemkot Bontang.

“Mungkin kalau ada wacana penambahan itu tentunya ada pertimbangan yang mendesak dari pihak RSUD sendiri. Biasanya ada informasi untuk itu,” terangnya.

Sebelumnya, nominal insentif ini dikeluhkan oleh tenaga kesehatan. Salah satu dokter yang enggan disebutkan namanya mengaku menerima Rp 5 juta di tahap pertama penyaluran. Tepatnya dua pekan lalu.
“Masih sedikit sekali. Padahal tantangan yang dihadapi sangat membahayakan,” kata dokter tersebut.

Bukan tidak mungkin, ia berisiko terpapar ketika menangani pasien terpapar Covid-19. Kondisi itu ditambah dengan karantina yang dilaluinya. Sebab itu, harus berpisah sementara dengan keluarga. Tujuannya satu untuk memutus mata rantai penularan virus korona.

“Kalau dibilang sangat kompleks. Bukan tidak bersyukur tetapi mohon menjadi pertimbangan supaya ada tambahan lagi,” ucapnya.

Diketahui, dari 75 yang masuk namanya di SK Tim Covid, hanya sekira 30 orang yang mendapatkan insentif. Plt Dirut RSUD dr I Gusti Made Suhardika memaparkan untuk dokter spesialis memperoleh Rp 11 juta, dokter umum Rp 7 juta, dan perawat Rp 4 juta.

Namun, besaran tiap personal itu dipastikan berbeda. Bergantung jam kerja per harinya dalam satu bulan. Petugas kebersihan, petugas laundry, penyemprot desinfektan, dan sopir ambulan juga menerima insentif. Nominalnya per hari kerja sebesar Rp 100 ribu. 
 
Langkah ini hasil konsultasi dengan pihak terkait untuk mengeluarkan kebijakan khusus. Sementara bagi tenaga medis di Puskemas besarannya lebih kecil lagi.
Kabarnya, tiap dokter hanya memperoleh Rp 3 juta. Besaran itu lebih banyak dibandingkan mereka yang berprofresi sebagai perawat, petugas desinfektor, dan surveillance. (*)