PLN Resmi Beroperasi di Pulau Maratua

Praba   25 September 2020

 
 
BERAU - Tiga kampung di Kecamatan Maratua, yakni Kampung Bohe Silian,  Tanjung Harapan dan Payung-Payung kini bisa menikmati listrik dari Perusahan Listrik Negara (PLN). Mulainya PLN beroperasi di Pulau Maratua diresmihkan serentak bersama 8 desa dari 3 kecamatan wilayah yang ada di Provinsi Kalimantan Timur secara virtual, Jumat (25/9).
 
Tiga kampung yang siap dialiri listrik dengan total 631 pelanggan, masing masing Kampung Tanjung Harapan 277 pelanggan, Kampung Bohesilian 218 pelanggan, dan Kampung Payung-payung 136 pelanggan.
 
Sebelumnya, masyarakat di daerah pulau terpencil itu bertahun-tahun hanya mengandalkan mesin genset untuk bisa memenuhi kebutuhan listrik setiap hari.
 
"Meski kapasitasnya belum sepenuhnya 24 jam, kami masyarakat di pulau terpencil ini sangat bersyukur kini bisa menikmati listrik setelah bertahun-tahun menggunakan mesin genset untuk dapat penerangan di malam hari," ujar Riko, warga Kampung Payung-Payung.
 
Kepala PLN Rayon Tanjung Redeb, Hendra Irawan mengatakan, perjuangan melistriki Pulau Maratua dimulai pada tahun 2018 dimana Gedung PLTD dan Unit Layanan Maratua didirikan di atas lahan seluas 1000 m2 di Kampung Teluk Harapan, Kecamatan Maratua. 
 
Sedangkan pembangunan infrastruktur pembangkit dan jaringan listrik dimulai pada bulan Agustus 2019 dan selesai pada Desember 2019. Hibah lahan dilaksanakan oleh Pemkab Berau kepada PLN pada Bulan Maret 2020.
 
"Telah siap beroperasi Pembangkit dengan Pasokan 1 Unit Mesin Kapasitas 1 MW dan Trafo Daya 1600 kVA. Pembangkit ini disalurkan melalui Jaringan Distribusi Tegangan Menengah sepanjang 17,53 kms, Trafo Distribusi 8 Unit masing-masing dengan kapasitas 100 kVA dan Jaringan Distribusi Tegangan Rendah sepanajang 15,15 kms," jelas Hendra.
 
Sementara itu, Wakil Bupati Berau, H Agus Tantomo yang turut hadir pada acara peresmian pengoprasian kelistrikan daerah 3T dan desa baru secara virtual di kantor Diskominfo Berau mengatakan, dengan kapasitas 1 MW, listrik hanya bisa beroprasi selama 8 jam di 3 kampung di Kecamatan Pulau Maratua.
 
"Sebenarnya permintaan kami 12 jam, walau bagaimanapun harus kita syukuri dan yang penting mulai lah dulu nyala," kata Wabup H Agus Tantomo.
 
"Untuk saat ini memang tidak cukup. Perjuangan kita belum selesai, target kita kapasitasnya ditambah lagi agar bisa beroprasi 24 jam dan semua kampung di maratua teraliri listrik," lanjutnya.
 
Wabup H Agus Tantomo juga berpesan kepada masyarakat di Pulau Maratua agar menjadi pelanggan yang baik, dengan wajib melakukan pembayaran iuran listrik dan dipelihara, jangan menggunakan listrik berlebihan tapi harus juga diiringi upaya penghematan. Dikatakannya, listrik di Maratua bukan hanya sekedar menerangi tapi juga busa dipakai sebagai salah satu faktor industri, terutama untuk faktor industri rumah tangga.
 
"Langkah kita selalu melakukan koordinasi dan peran pak Makmur sebagai Ketua DPRD Provinsi Kaltim  harus kita akui luar biasa, karena beliau rajin berkomunikasi dengan pihak PLN. Terakhir, tiga minggu lalu beliau yang menyurat ke PLN agar segera dinyalakan listrik di delapan desa terpencil, termasuk yang di Pulau Maratua," tutupnya. (*)