Perkenalkan Sulam Tumpar Lewat Masker

Praba   29 September 2020

KUKAR - Memperkenalkan kekayaan budaya khas kalimantan  bisa dilakukan dengan berbagai cara, seperti yang dilakukan oleh Mery, salah satu pengrajin asal Tenggarong yang membuat masker kain dengan hiasan sulam tumpar.

Untuk membuat satu buah masker sulam tumpar, ada sejumlah rangkaian yang harus dilalui, mulai dari  penyiapan bahan berupa kain, membuat pola, mengatur komposisi warna benang dan selanjutnya proses penyulaman dengan mengikuti pola yang sudah digambar diatas kain.

Sulam tumpar yang dikerjakan secara manual inilah menjadi ciri khas produk masker kain yang dibuat oleh Mery. Masker unik dan menarik ini cukup diminati, terbukti masker buatan mery ini laku keras di pasaran.

“ Penjualan tidak hanya di seputaran Tenggarong, tapi juga sampai ke Samarinda, Kutai Barat, hingga Surabaya, Sulawesi dan Jakarta,” jelas Mery.

Masker beraneka warna dan motif ini tidak terlalu mahal disbanding dengan hasil dan keindahan yang didapatkan. Dirinya menjual dengan harga Rp. 50 ribu untuk 1 sisi sulaman dan Rp. 80 ribu untuk 2 sisi sulaman.

“ Pemesan bebas memilih 1 sisi atau 2 sisi sulam tumpar pada masker kain,” tambahnya.

Selain produk masker kain dengan hiasan sulam tumpar, Mery juga sedang membuat masker dengan hiasan batuan manik, masker tenun badong tencep dan berbagai kerajinan tas sulam tumpar khas Dayak Benuaq.