Per 12 September, Tiga Orang Meninggal, 100 Orang Sembuh dari Covid-19

Praba   12 September 2020

Samarinda --  Seorang laki-laki berusia 82 tahun dinyatakan meninggal akibat paparan virus korona. Pasien tersebut merupakan pasien yang datang dan dirawat di RS Hermina Samarinda. Warga yang berkode SMD-1430 ini dilaporkan meninggal pada 11 September, dan hasil Swab test dinyatakan terkonfirmasi Positif Covid-19  pada 12 September 2020.

“SMD-1430 ini meninggal dengan gejala pernafasan akut. Pemulasaran dan pemakaman jenazah juga dilakukan dengan protokol Covid-19,” jelas Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kaltim, Andi Muhammad Ishak, pada Sabtu sore (12/9/2020).

Dijelaskannya hari ini penambahan pasien meninggal dunia akibat Covid-19 berjumlah tiga orang masing-masing dari  Balikpapan yaitu BN-2327 , wanita berusia 68 tahun. Sedangkan seorang lainnya dari Bontang yaitu BTG-330 seorang wanita berusia 51 tahun dengan gejala pernafasan akut dan bawaan diabetes.

Sementara itu penambahan Terkonfirmasi Positif Covid-19 per 12 September 2020 sebanyak 153 orang yang berasal dari Balikpapan 32 orang, Samarinda 90, Kutai Kartanegara sebanyak 17, Kutai Timur 5 orang, Paser 2 orang, serta Penajam Paser Utara dan Berau masing-masing sebanyak satu orang.

Kabar menggembirakan datang dari pasien Sembuh dengan total 100 orang pasien yang berasal dari Samarinda sebanyak 52 pasien, Balikpapan 20 pasien, Kutai Kartanegara 22 orang dan Berau terdapat dua orang pasien sembuh dari Covid-19.

“Sementara itu data masuk untuk terkonfirmasi Positif, Meninggal Dunia maupun Sembuh tidak ada datang dari Kabupaten Mahakam Ulu. Kabupaten yang berada di ujung wilayah Kaltim ini masih bertahan pada angka Positif sebanyak 14 orang, pasien Sembuh sebanyak lima orang dan Meninggal Dunia satu orang,” jelasnya.

Andi M Ishak berharap, masyarakat menjadi garda terdepan dalam penekanan jumlah angka terkonfirmasi Positif dengan disiplin menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan dengan sabun di air mengalir serta tidak kumpul-kumpul yang berpotensi menyebarkan virus tanpa disadari,” ujarnya.(YUL)