Pendamping Desa di PPU dapat Prioritas Rapid Test

Praba   04 September 2020

 

 

Penajam- Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, meminta seluruh Puskesmas yang tersebar di wilayah ini mengutamakan rapid test bagi Pendamping Desa Program Pembangunan, Pemberdayaan Kelurahan dan Perdesaan Mandiri (Pro-P2KPM).

 

“Sehubungan dengan telah ditemukan satu orang Pendamping Desa yang terkonfirmasi positif COVID-19, sedangkan Pendamping Desa lainnya juga masih beraktivitas menjalankan tugas, maka mereka diminta segera melakukan rapid test,” ujar Kepala Dinas Kesehatan PPU Arnold Wayong di Penajam, Jumat (4/9)

 

Dalam hal ini, ia telah memerintahkan seluruh Kepala Puskesmas yang tersebar di Kabupaten PPU untuk memprioritaskan bagi Pendamping Desa/Kelurahan yang akan melakukan rapid test, sebagai bentuk kewasdaan terhadap penyebaran virus corona.

 

Perintah kepada seluruh Kepala Puskesmas tersebut bahkan telah dituangkan dalam surat dengan nomor 443/5549/P2P/IX/2020 tentang Pelaksanaan Rapid Test bagi Pendamping Desa.

 

Sementara Abimanyu Aliandito, Plh Kabid Pemberdayaan, Kelembagaan dan Sosial Budaya Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) PPU, mengatakan bahwa pihaknya juga telah mengeluarkan surat dengan nomor 005/801/PKSBM/DPMD tentang Pelaksanaan Rapid Test bagi Tenaga Pendamping Pro-P2KPM PPU.

 

Surat tersebut, lanjut Abi, mewajibkan semua Pendamping Pro-P2KPM Kabupaten PPU baik di tingkat desa/kelurahan hingga kecamatan untuk segera melakukan rapid test di Puskesmas terdekat atau di wilayah penugasan masing-masing.    

 

“Bukan hanya Pendamping Desa/Kelaurahan dan Pendamping Kecamatan saja, namun para Pendamping Teknis di tingkat Kabupaten PPU juga diminta segera melakukan rapid test di Puskesmas terdekat. Kemudian hasil dari rapid test itu diserahkan kepada DPMD PPU,” tutur Abi.

 

Ia melanjutkan bahwa di masa pandemi ini semua pendamping terus diingatkan selalu menjaga kesehatan dan menjaga jarak, sehingga meski melakukan pendampingan, namun harus tetap patuh terhadap protokol kesehatan dalam rangka membantu pemerintah menekan penularan virus corona.

 

Ketika mengajukan permohonan rapid test ke Puskesmas, lanjut Abi lagi, masing-masing Pendamping Pro-P2KPM diminta memakai baju dinas Pendamping Pro-P2KPM maupun bukti identitas lainnya untuk memudahkan petugas di Puskesmas. (mg)