Pemkot Balikpapan, Evaluasi Pemberlakuan Jam Malam

Praba   19 September 2020

 

BALIKPAPAN-Pemkot Balikpapan Pemerintah Kota Balikpapan terus mengevaluasi pelaksanaan pemberlakuan jam malam.

 

Sejauh ini, sejak diberlakukan dua pekan lalu, kegiatan masyarakat maupun pelaku usaha yang mendapat penindakan telah mencapai 128. 

 

Jumlah kasus terkonfirmasi positif juga telah mengalami penurunan meskipun tidak signifikan.

 

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Balikpapan menyampaikan Pemerintah Kota akan terus melanjutkan pemberlakuan jam malam.

 

Namun terhitung mulai Senin (21/9) terdapat kelonggaran di mana mulai pukul 22.00 Wita, pelaku usaha hanya diperbolehkan melakukan penjualan untuk dibawa pulang atau take away,diperbolehkan. bSedangkan makan di tempat tidak diperbolehkan.

 

"Petugas akan tetap melakukan pemantauan. Apabila terdapat kerumunan maka akan ditindak," ungkap Wali Kota Rizal Effendi..

Menurut Rizal Effendi, semua kebijakan pembatasan oleh pemerintah selama pandemi memang dapat berubah, menyesuaikan perkembangan kondisi kasus Covid-19.

 

 Di daerah lain pemberlakuan jam malam bahkan lebih cepat, dimulai dari pukul 20.00 Wita..

Saat jumpa pers di Kantor Wali Kota hari ini (19//20209), Rizal Effendi juga menyampaikan pertambahan kasus terkonfirmasi positif sebanyak 37 kasus, selesai isolasi 33 kasus, dan 3 kasus meninggal dunia dengan terkonfirmasi positif..

"Yang perlu menjadi perhatian, kini bertambah klaster di lingkungan permukiman. Hari ini terdapat 3 kasus di Jalan Gunung Satu, Kelurahan Baru Ilir dan juga di Kelurahan Batu Ampar," kata Wali Kota..

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Balikpapan Andi Sri Juliarty menyampaikan, pihaknya akan berusaha memaksimalkan pemanfaatan Embarkasi Haji sebagai lokasi isolasi mandiri bagi kasus riwayat tanpa gejala.

 

 Sebab, dari evaluasi pihaknya kasus tanpa gejala memperluas penularan menjadi klaster keluarga. .

"Kami akan menarik setiap kasus tanpa gejala yang baru untuk isolasi mandiri di Asrama Haji. Kami juga menganjurkan orang yang menunggu hasil swab test juga isolasi mandiri di Asrama Haji," tuturnya.. Di Embarkasi Haji saat ini masih terdapat 12 orang yang menjalani isolasi mandiri. Sebelumnya yang telah menjalani isolasi di lokasi ini sebanyak 76. 

 

"Isolasi mandiri di Asrama Haji sangat dianjurkan karena terdapat 4 dokter dan 3 perawat yang mendampingi, kebutuhan gizi juga terjamin, dan memiliki fasilitas memedai lainnya," tandas Andi Sri Juliarty. (ay)