ODP Corona di Kota Balikpapan Jadi 511 Orang

Praba   26 March 2020

BALIKPAPAN -  Pemerintah Kota Balikpapan terus melaporkan perkembangan terkait virus Corona atau Covid-19 telah masuk ke wilayah Kalimantan Timur. Laporan Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, hingga Senin (23/3) kemarin, tak ada pertambahan pasien positif Covid-19.

Dua penambahan pasien positif terpapar Covid-19 di Kaltim merupakan warga Bontang dan Kutai Timur, yang saat ini dirawat di RSUD Bontang.

Meski begitu untuk Balikpapan masih harus waspada, sebab dua tambahan warga Kaltim tersebut masih bersangkutan dengan cluster di Balikpapan.

"Pasien yang di Bontang clusternya juga ada di Balikpapan. Tapi yang di Balikpapan masih menunggu hasil lab. Saat ini sudah tiba di Jakarta ada 9 dan sedang dalam proses pengiriman ada 17 orang," ujar Rizal Effendi, Senin (23/3) kemarin.

Terkait jumlah warga yang sedang dalam observasi atau pasien PDP, untuk warga Kota Balikpapan berjumlah 21 orang.  Jumlah ini bertambah satu dari jumlah kemarin 20 pasien.

Sedangkan, untuk pasien PDP yang ber-KTP luar daerah namun dirawat di Balikpapan terdapat dua orang.

Dari keseluruhan jumlah tersebut, pasien PDP menjadi 23 orang yang saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo (RSKD). "Ada pasien KTP luar Balikpapan. PDP di Balikpapan karena pintu masuknya Balikpapan dan dirawat sebanyak dua orang. Jadi total PDP menjadi 23 orang," katanya.

Adapun warga dari luar daerah nantinya akan dikordinasikan dan dikomunikasikan kepada Dinkes kabupaten/kotanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Andi Sri Juliarty mengatakan pasien ODP saat ini meningkat dratis.

Sebab dari data yang dihimpun, dari jumlah ODP 403 orang, naik menjadi 563 orang. "Pasien ODP sangat meningkat drastis, tadi pagi jam 9 dampai jam 4 sore jumlah pasien bertambah mencapai 169 pasien ODP," jelas Andi Sri.

Menurutnya, kenaikan jumlah ODP imbas dari penyesuaian jam penerbangan yang masuk ke dalam Bandara SAMS Balikpapan.

Terlebih, Andi menilai diliburkannya anak-anak sekolah maupun mahasiswa yang sedang berkuliah, membuat mereka melakukan perjalan pulang ke kampung halaman. Peningkatan ini sangat dimungkinkan terjadi, sebab mereka banyak berasal dari daerah terjangkit utamanya dari daerah Jawa.

"Karena ini menyesuaikan jam penerbangan masuk, semua daerah masuk. Sekarang kita terjaga di bandara, sistem pelaporan cepat. Jadi datanya bisa naik sekali secara drastis," ungkapnya.

Kendari demikian, untuk saat ini pasien yang telah selesai dalam menjalani masa observasi selama 14 hari yakni berjumlah 52 orang. Namun jumlah itu masih terbilang sedikit sebab masih menyisakan