Kian mengkhawatirkan, Jumlah Kematian Akibat Covid-19 Kaltim Capai 266 Kasus

Praba   22 September 2020

Samarinda – Korban meninggal dunia akibat virus korona atau Covid-19 di Kalimantan Timur per Minggu, 20 September 2020 berjumlah 266 orang. Angka ini dinilai mengkhawatirkan dan memerlukan kesadaran semua orang untuk secara bersama menegakkan disiplin protocol kesehatan.

Kepala Biro Humas Setda Kaltim, Muhammad Syafranuddin menerangkan bertambahnya warga yang meninggal dunia patut menjadi perhatian semua pihak, jangan menganggap virus korona remeh.

“Karenanya, mari bergandeng tangan ikut memutus rantai penyebaran dan kuncinya ada di masyarakat,” ujarnya, Senin (21/9/2020).

Dalam keterangan, Juru Bicara Pemprov Kaltim ini menyebutkan hingga Minggu kemarin, korban meninggal dunia Covid-19 di Berau berjumlah satu orang, Mahakam Ulu satu orang, Kutai Timur empat orang, Bontang tujuh orang, Kutai Kartanegara sebanyak 14 orang, Kutai Barat dua orang, Samarinda sebanyak 73 orang, Paser enam orang,  Penajam Paser Utara empat orang,  dan di Balikpapan sebanyak 154 orang.

Sedangkan yang terkonfirmasi positif tercatat 6.776 orang, dirawat 2.058 orang, dan pasien sembuh sebanyak 4.454 orang. Sementara itu kasus  disacarded 25.501 orang, probable 20 orang dan yang sedang menunggu hasil laboratorium sebanyak 1.649 orang.

“Pemerintah tidak pernah bosan mengingatkan, termasuk kepada para aparatur sipil negara dan juga masyarakat, termasuk awak media akan bahaya ancaman Covid-19 ini. Kejadian ini bukan hanya masalahnya atau tanggung jawab pemerintah saja. Tetapi tanggungjawab bersama, dimana kesadaran masyarakat untuk benar-benar menerapkan protokol kesehatan sangat diharapkan,” tegas Syafranuddin.

Hingga Minggu, kasus kematian akibat Covid-19 di Samarinda terus menanjak. Hampir tiap hari tim pemakaman Covid-19 di Tempat Pemakaman Khusus Covid-19 Raudhatul Jannah, Jalan Pemandian Serayu, melaksanakan pemakaman.

Hingga Senin (21/9/2020), Pemerintah Kota Samarinda telah menerapkan pembatasan social untuk usaha hingga pukul 21.00 Wita. Namun setelah dua pekan pelaksanaan penegakan Perwali tentang sanksi pelanggar orang yang tidak memakai masker dan tidak menerapkan jaga jarak, dinilai belum efektif dengan tingginya penyebarannya di masyarakat.(YUL/Foto:Istimewa)