Hanya Pembatasan Waktu, Wali Kota Samarinda Tegaskan Tidak Ada Jam Malam

Yoyo   07 September 2020

Samarinda – Pemerintah Kota Samarinda mulai hari ini Senin, 7 September 2020 akan mulai menertibkan masyarakat yang tidak mengenakan masker dan berkerumun atau berkumpul dalam satu tempat yang sama. Sanksi sosial berupa menyapu dan membersihkan lingkungan menanti bagi warga yang bandel menerapkan protokol kesehatan.

Walikota Samarinda Syaharie Jaang menegaskan pihaknya telah meminta sejumlah organisasi perangkat daerah seperti Satpol Pamong Praja, Badan Penanggulangan Bencana, Dinas Kebersihan dan Pertamanan hingga aparat kelurahan untuk memantau pergerakan masyarakat ini.

“Saya tegaskan tidak ada jam malam di Kota Samarinda. Namun kami akan batasi aktivitas warga hingga pukul 10.00 Wita. Apabila masih ada yang kumpul-kumpul maka akan kami tindak tegas,” ujarnya saat konferensi pers di rumah jabatan Wali Kota Samarinda, Senin (7/9/2020).

Menurutnya, jumlah orang yang terkonfirmasi Positif virus Korona di Samarinda sudah sangat mengkhawatirkan. Sehingga, Pemkot Samarinda berinisiatif mengambil kebijakan untuk membatasi aktivitas warga dan memberikan sanksi kepada siapa saja yang tidak patuh terhadap protokol kesehatan.

Bahkan untuk menguatkan peraturan ini, Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang telah mengeluarkan Peraturan Wali Kota Nomor 43 Tahun 2020, tentang penerapan sanksi, baik sanksi sosial, sanksi administrasi maupun sanksi denda bagi warga yang kedapatan melanggar sebanyak tiga kali.

“Namun saya minta para penegak disiplin ini jangan ada sanksi fisik. Nanti kita siapkan baju rompi untuk para pelanggar,” ujar Jaang.

Sementara itu hingga Senin, 7 September 2020, terjadi penambahan kasus terkonfirmasi Positif sebanyak tiga orang, sehingga kini totalnya menjadi 1.224 orang, pasien Sembuh sebanyak 702  orang, dan pasien yang meninggal dunia sebanyak 49 orang.

Syaharie Jaang meminta seluruh warga Samarinda untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan seperti selalu memakai masker dengan benar, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir dan tidak berkumpul dalam satu kerumunan besar yang berpotensi dapat menularkan penyakit berbahaya ini.