Gubernur Kaltim Akui Keterbatasan Infrastruktur Pariwisata

Praba   22 September 2020

 

Samarinda --  Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor mengakui jika fasilitas sarana dan  prasarana sektor pariwisata di Kaltim masih sangat terbatas, termasuk terbatasnya SDM pariwisata yang bersertifikat. Hal ini merupakan kendala dalam pengembangan pariwisata, walaupun Kaltim memiliki ratusan obyek yang menarik.

Hal tersebut dikemukakan Isran Noor saat Pembukaan Pelatihan Pramusaji Tingkat Madya dan Uji Sertifikasi Kompetensi, yang berlangsung di Hotel Grand Kartika pada Senin malam (22/9/2020).

“Saya sudah berulang kali menyebutkan jika potensi pariwisata di Kaltim itu sangat besar dan sangat prosfektif. Hanya saja kita belum dapat mengelolanya secara profesional, belum ada yang mau mengelola secara bisnis yang besar karena masih dianggap mahal dan masih belum didukung oleh sektor-sektor lain seperti infrastruktur,” ujarnya.

Gubernur mencontohkan sektor pariwisata di Bali dimana infrastrukturnya sudah sangat siap. Bandara berada di tengah kota, jalan yang mulus menghubungkan satu daerah dengan obyek lainnya. Pengalaman Bali sebagai peengelola sector pariwisata sangat diandalkan.

Isran Noor mengatakan jika obyek pariwisata di Kaltim sangat lengkap. Sebut saja obyek pariwisata bahari atau kelautan serta sungai dan danau, obyek wisata sumber daya alam, obyek wisata yang terkait dengan alam atau ekowisata, obyek wisata purbakala hingga obyek hewan-hewan langka dan hutan.

Isran Noor juga mengatakan jika Pemprov Kaltim telah menandatangani kerjasama dengan Pemerintah Sychelles untuk pengembangan pariwisata di Pulau Maratua, Kabupaten Berau sebesar 3,5 Juta Euro atau sekitar Rp70 miliar, untuk pembangunan sistem menejemen dan perencanaan.

“Dampak daripada kerjasama tersebut anantinya akan dibangun sebuah hotel mewah di bawah laut. Hotel bawah laut yang saat ini hanya ada di Kepulauan Maladewa (Maldives).  Dan itu yang akan dibangun di Maratua dengan investor dari German,” jelasnya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Sri Wahyuni menjelaskan jika pelatihan untuk pramuwisata tingkat madya ini diikuti oleh 20 peserta dari 10 kabupaten dan kota di Kaltim.

“Rencananya kita laksanakan dengan 40 orang peserta, tapi karena Covid-19 maka hanya difasilitasi setengahnya yaitu 20 orang saja. Namun pesertanya dari berbagai instansi, ada kepolisian,  imigrasi, kantor kesehatan, bea cukai, kantor Karantina Pertanian, hingga praktisi perhotelan dan pemandu wisata,” jelasnya.(YUL)