Fokus Industri Hilir, Pemkab Kutim Buka Peluang Investasi Refinery CPO

Praba   29 September 2020

 

Kutai Timur – Tidak bisa dipungkiri, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) merupakan daerah yang memiliki area perkebunan sawit terbesar di Kaltim. Dari data yang diperoleh pada Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Kaltim, Kutai Timur memiliki luasan perkebunan sawit mencapai 459.616,36 hektar, disusul Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) yang memiliki luasan perkebunan sawit sebesar 224.223,15 hektar. Bahkan luasan perkebunan sawit di Kutim ini melampaui  lahan perkebunan sawit di Kabupaten Paser yang terlebih dahulu mengembangkan kelapa sawit yang memiliki lahan seluas 181.503,25 hektar.

 

Namun Pemerintah Kutim tidak lagi hanya terfokus pada upaya investasi pengembangan perkebunan sawit. Kini, Pemkab Kutim mulai melirik potensi investasi refinery minyak mentah sawit atau Crude Palm Oil (CPO). Hal ini sebagai wujud komitmen Pemkab Kutim dalam upaya membangun dan mengembangkan industri hilirisasi di Kaltim. Demikian diungkapkan Kepala Bidang Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kutim, Saiful Ahmad, Selasa (29/09/2020). 

 

“Memang sudah menjadi komitmen Pemerintah Kutai Timur sejak Bupati Awang Faroek Ishak hingga Bupati Ismunandar, untuk mengembangkan potensi perkebunan sawit di Kutim. Kemudian secara bertahap mulai bergeser bagaimana menghadirkan industri hilir terkait pengolahan CPO (Crude palm Oil, red) dengan membangun pabrik CPO, hingga kini sudah ke tahap industri refinery CPO,” ucap Saiful yang kini menjabat sebagai PLT (Pelaksana Tugas, red) Kepala DPMPTSP Kutim.

 

Lanjutnya, saat ini sudah ada investor asing yang melirik untuk membangun pabrik refinery CPO di Kutim, yakni di Desa  Pulai Miang Kecamatan Sangkulirang. Tidak main-main, rencana investasi industri refinery minyak mentah sawit yang akan diubah menjadi minyak curah tersebut memiliki potensi produksi hingga 2.000 ton minyak mentah perhari, serta produk margarine dan bahan kosmetik.

 

“Sudah ada pengurusan untuk izin mendirikan bangunan untuk pabrik refinery serta izin lokasi untuk pembangunan pabrik Kernel Crushing Plant dari PMA (Penanaman Modal Asing, red) asal Malaysia di Desa Pulau Miang, berdampingan dengan lokasi perkebunan dan pabrik CPO milik PT IPS (Idonesia Plantation Synergy, red). Bukan hanya akan menghasilkan minyak curah dengan potensi dua ribu ton perhari, industri refinery ini juga akan menghasilkan produk margarine dan bahan kosmetik dari olahan minyak mentah sawit,” jelas Saiful.

 

Lebih jauh dikatakan Saiful, dengan hadirnya industri refinery CPO ini menjadi yang pertama di Kutim, terutama dalam upaya menghadirkan industri hilirisasi olahan sawit. Dirinya berharap, hadirnya industri refinery CPO ini, ke depan bisa menjadi ikon dan branding atau merek produk milik Kutim sendiri. Selain itu, kehadiran industri refinery ini diyakini akan menjadi salah satu peluang untuk membukan lapangan kerja dan peningkatan ekonomi masyarakat yang ada di sekitar lokasi pabrik.

 

“Jika terbangun (pabrik refinery CPO, red) ini akan menjadi pertama di Kutim. Kita berharap, ke depan produk refinery CPO ini bisa menjadi ikon dan branding milik Kutim sendiri. Selain itu, kehadiran pabrik refinery ini diyakini akan menjadi peluang bagi terbukanya lapangan kerja serta peningkatan perekonomian masyarakat lokal, baik di desa setempat maupun masyarakat Kutim pada umumnya,” harap Saiful.