Dinkes Kutim Rilis Klaster Covid-19 Pengeboran Sumur Minyak Sangatta

Praba   23 September 2020

 

Kutai Timur - Kegiatan pengeboran sumur minyak baru yang dilakukan oleh Pertamina EP Sangatta Fild pada akhir bulan Agustus lalu, kini melahirkan klaster baru penularan Virus Korona. Bahkan dari data yang disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Timur (Kutim), Bahrani Hasanal jika dari hasil sementara penelusuran kontak pekerja Pertamina Sangatta yang terlibat dalam kegiatan pengeboran sumur baru tersebut, ada 23 orang yang telah dinyatakan positif terinfeksi Virus Korona atau Covid-19.

 

"Hari ini kita (Dinkes Kutim, red) merilis data terkonfirmasi positif COVID-19 dari klaster kegiatan pengeboran sumur minyak oleh Pertamina Sangatta, yang dilaksanakan akhir bulan Agustus kemarin. Dari dua orang pekerja Pertamina yang sudah dinyatakan positif COVID-19, kini bertambah sebanyak 21 orang lagi. Sehingga sementara ini total dari klaster kegiatan pengeboran sumur minyak Pertamina Sangatta berjumlah 23 orang," sebut Bahrani kepada wartawan, Rabu (23/9/2020) siang.

 

Lanjut Bahrani, hingga saat ini pihaknya masih melakukan penelusuran kontak erat dengan sejumlah pegawai Pertamina Sangatta yang terlibat dalam kegiatan pengeboran sumur minyak tersebut, termasuk kepada keluarga mereka. Pasalnya, sebagian besar pegawai Pertamina yang terlibat adalah masyarakat lokal yang sehari-hari kembali ke keluarga mereka di rumah. Karenanya tracing kontak semakin diperluas, hingga kepada keluarga pekerjaan.

 

"Hari ini kami lakukan tracing kontak di Kecamatan Sangatta Selatan, khususnya kepada pekerja Pertamina dan keluarganya. Sebab, ternyata dari pekerja Pertamina yang terlibat dalam kegiatan pengeboran sumur minyak tersebut, banyak yang merupakan pekerja lokal dan setiap hari pulang ke keluarga mereka. Jadi kegiatan tracing kontak semakin diperluas dan tidak menutup kemungkinan keluarga pekerja ini akan kita lakukan tes swab," jelasnya.

 

Ditambahkan Bahrani, dengan adanya penambahan pasien terkonfirmasi positif COVID-19 dari klaster Pertamina Sangatta, maka dimungkinkan jika hari ini Kutim akan menjadi zona merah penyebaran virus Korona. Pasalnya, hingga kemarin jumlah kasus COVID-19 di Kutim berjumlah 278 kasus dengan jumlah pasien positif COVID-19 yang dirawat sebanyak 39 orang. Dengan adanya penambahan pasien dari klaster Pertamina Sangatta, maka saat ini jumlah pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di Kutim sudah lebih dari 50 orang.

 

"Sepertinya hari ini kita (Kutim, red) menjadi zona merah dari sebelumnya zona orange. Perubahan warna zona ini terjadi karena jumlah pasien positif COVID-19 yang menjalani perawatan, lebih dari 50 orang pasien. Termasuk karena adanya penambahan dari klaster Pertamina Sangatta. Namun kita berharap juga ada pasien-pasien terkonfirmasi positif COVID-19 Kutim lainnya yang dinyatakan sembuh hari ini," sebut Bahrani.