Breaking News : 1 Pasien Covid-19 Meninggal Dunia

Praba   20 September 2020

 

 

BERAU - Pasien Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) berinisial AZM 48 tahun, dengan kode Berau 224 meninggal dunia, Minggu (20/9) pukul 15.35 Wita.

 

AZM meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis secara isolasi selama 7 hari sejak 14 September 2020 di RSUD dr Abdul Rivai, Tanjung Redeb.

 

Kepala Dinas Kesehatan, Iswahyudi mengatakan, selama menjalani perawatan, kondisi kesehatan pasien AZM terus memburuk dan akhirnya mengalami gagal pernafasan.

 

"Memang sejak awal masuk rumah sakit, kondisi almarhum sudah tidak baik dan mengalami sesak nafas," ujarnya.

 

Lanjut dikatakannya, tim medis RSUD Abdul Rivai telah berusaha dengan maksimal untuk meningkatkan kondisi pasien, akan tetapi karena Pneumonia berat yang disebabkan oleh virus corona yang diderita pasien.

 

"Virus corona yang ada dalam tubuh almarhum sudah menyerang hampir keseluruh paru-paru segingga tidak dapat diselamatkan," tuturnya.

 

"Ini adalah kasus kematian Covid-19 kedua di Kabupaten Berau," ungkapnya.

 

Saat ini kontak erat pasien Berau 224 yang telah terlacak sedang dalam masa karantina mandiri dan pemantauan tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Berau. 

 

"Almarhum akan segera dimakamkan di Jalan Pembangunan Pekuburan, dekat Taman Ria," katanya.

 

"Pemakaman akan dilakukan oleh tim gugus tugas Covid-19 dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap dan prosesnya tetap menjalankan protokol Covid-19," jelasnya.

 

Kembali dihimbau kepada masyarakat Kabupaten Berau agar meningkatkan kewaspadaan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dengan disiplin, social distancing dan physical distancing karena saat ini masih terdapat potensi risiko di masyarakat. 

 

Dengan demikian sampai hari ini tanggal 20 September 2020 jumlah kasus konfirmasi Covid-19 sebanyak 253 kasus dan 74 kasus masih dalam perawatan.

 

"Kami imbau kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dengan disiplin, social distancing dan physical distancing karena saat ini masih terdapat potensi risiko di masyarakat," tutupnya